ngomong-ngomong soal.....
Entries for July, 2005
July 5th, 2005
Hari H Pernikahan Fitria-Andri
Posted by nura1200 at 03:22 PM on July 5, 2005.
Jreng...jreng.....
Masuk ke gedung yang luas dan dengan hiasan jawa, dipelaminan berdiri Fitria dan Andri dengan pakaian adat jawa dan berwarna biru. Aku ucapin selamat dan doa ke mereka berdua. Sambil ngobrol dikit2 dan tertawa dikit2. Setelah itu aku turun dari pelaminan.
Setelah aku perhatikan ternyata yang hadir tidak banyak. dan pada umumnya perempuan, temen Sd, temen SMP temen SMU yang hadir 90 % perempuan, ada beberapa Cow yang datang itupun mereka informasinya dari orang lain bukan undangan.
Karena cewe semua, akibatnya aku jadi gak PD, dan cenderung diam serta menghindar. "Kamu andri ya...?", "Kamu andri temen SMP aku kan...?" beberapa kutipan dari temen SMP yang udah nggak pernah ketemu sejak 8 tahun terakhir.
di pertengahan acara gank cewe2 temen aku sd datang, ketika pandangan mata saling terpaut, datang deh mereka ngehampirin aku:
"Kamu andri ya....?"
"wah lama ya nggak keliatan..?"
"kok kamu nggak menikah sama fitria sih...?"
"enggak lagi, andri udah punya calon sendiri, ya nggak ndri..?"
"wah kamu kok beda sih skarang, nggak kayak dulu...?"
kurang lebih itu beberapa pertanyaan yang terlontar dan aku cuman bisa ngejawab dengan Mringis.
Tuker-tukaran no Hp deh, tapi ada yang aneh dari tukeran HP ini, apa ya?..., O ya aku ngasih mereka no HP aku untuk mereka catat, tapi karena keasikan dan kesenengan ketemu mereka, jadi lupa deh nggak nyatetin no HP mereka.
Walaupun aku disana cenderung sok kalem, dan gak terlalu banyak nanya ini-itu, tapi dalam hati ada kegemberaan yang meledak-ledak karena udah bisa ketemau mereka.
Kalau misalnya ada yang nanya "Ndri kalau misalnya wanita di muka bumi ini hanyalah mereka yang hadir disini, siapa yang akan kamu pinang....?"
aku jawabnya : "kamu nanya apaan sih...? "<urusan personal>
~nice To Meet you, ari, cahyo, vina, endang, sumiarti, Made, husnu amrina dan lain-lain
Currently reading: La Tahzan buku 2
July 8th, 2005
Get Busted by a COP
Posted by nura1200 at 08:03 PM on July 8, 2005.
berkendara motor untuk balik ke rumah, dari tempat nikahan fitira dan andri.
Sambil senyum-senyum dikit mikirin pertemuan dengan teman2 tadi, aku melewati jembatan legendaris di daerah Semolo Waru, namanya jembatan hijau, motor butut aku melewati jembatan itu dengan sempurna. dan ternyata di ujung jembatan muncul polisi dan menghentikan motor aku, hah...ada apa nih pikir aku
Polisi:"Mas tau kan kalau jembatan ini satu arah doang"
Andri (dalam hati): "what..since when...., last time i got here its 2 way"
Polis:"Lihat SIM nya mas"
Andri(dalam hati): "ohhh...this cop got me, i never have SIM since i was born"
Dan akhir cerita, aku pulang kerumah dengan motor aku dan cash di katong aku berkurang 20.000 perak.
This is first time ever get busted by cop
Currently listening to: Sobat
Currently watching: DH
Persentasi TI oleh nura S.Kom
Posted by nura1200 at 08:08 PM on July 8, 2005.
Senin lalu ada telp dari mr FG, head of some institution. and he ask me to give a presentation about IT, well.. idont mind at all about that, but the problem is, i have to prepare it only in one day.
Senin sore balik ke jakarta dan sampai sana selasa pagi, istirahat sebentar di kos, dan langsung ke kampus untuk nyari bahan presentasi, dan seharian disana, mentok mulu, baru jam 10 malam bisa ngerjain dikit2. men...ngapain aja dari jam 12 siang sampai jam 10 malam.
Besoknya presentasi dengan minjam bahan2 dari dokumenn public Am dan Plas. Jadi deh presentasi sederhana. dan siangnya aku presentasi di depan 10 orang institusi yang ngundang aku. he..he....not bad i think, meskipun bahan yang aku presentasikan itu sederhana dan sifatnya general, tapi di presentasi orang kedua, bahan2 yang aku bawa ternyata juga dibawa oleh orang tersebut cuman lebih detil di masalah informasi.
and the most important is...., aku gak grogi man..., dan aku dapat honor 100.000 rupiah untuk presentasiku.wuhuiii.....alhamdulillah...
July 15th, 2005
Keajaiban kecil....
Posted by nura1200 at 08:16 PM on July 15, 2005.
Kemarin, jam 11 malam...,
nulis-nulis dikit tentang curent hidup dan kehidupan, kemudian main-main photo pake photoshop. Pas tiba pada sebuah Foto SMU, ada foto seorang Embak namanya kasih saja "mbak Nanda", seorang ibu dengan anak satu namanya "Tsadza", yang merewind kembali memori aku ke sebuah dialog yang terjadi 5-6 tahun silam. berikut potongan dialognya :
Andri:"mbak Nanda slamat ulang tahun" <sambil nyodorin tangan>
Nanda:"Terimakasih asep, <sambil menempelkan dua tapak tangannnya didepan dadanya>, kan kita bukan muhrim jadi nggak boleh bersentuhan
Andri: <dalam hati>"haaaa...kok......"
Begitulah, Nanda jadi orang pertama yang aku kenal yang melakukan hal seperti diatas ke aku. dan ketika kuliah ternyata banyak Nanda-Nanda yang lain, dan memang seharusnya yagn seperti itulah yang dilakukan muslimah yang lain.
Kesan sebagai orang pertama begitu melekat di benak aku, sampai-sampai tercatat lagi sebuah catatan tentang Nanda di tulisan memoar ku.
Jam udah menunjukan jam satu, menjelang tidur masih juga kepikiran dia (tapi kepikirannya biasa aja lho, cuman sebagai teman yang baik doang, bukan pikiran yang macam-macam). Tiba..tiba....Tiiiit..........tiiiiit...........tiiiiiit.........., HP aku berbunyi, dan pas aku baca name penelponnya disitu tertera "Nanda", "Whattttt....." sontak aku kaget lihat nama itu, karena ther is actualy no chance for me or her to contanct each other, ditambah dengan seumur-umur kita gak pernah sekalipun contact2an by nelpon. Pas tak angkat , ternyata nggak ada suara dari dia, yang ada hanya suara perbincangan dia dengan teman-temannya,......walah....ternyata kepencet toh....he....he.....he.....
Tapi walaupun cuman kepencet, entah kenapa terasa seperti suatu keajaiban lho...... . Disaat aku lagi mikirin seseorang ehh...seseorang itu HPnya kepencet..he..he...h.e. (Apaan sih ndri ....lame banget tau gak sih). Akhirnya aku kirim SMS bilang kalau HP nya kepencet, dan dia ngebales dengan penjelasan HPnya memang kepencet.
kejadian HP kepencet diatas cukup berhasi menetralisir benak yang sebelumnya terisi dengan bayang-bayang si mbak nanda (ibu beranak satu). Akhirnya bisa tidur dengan tenang.
Di tengah tidur, Hp aku berdering lagi...., pas aku lihat lagi-lagi nama nanda muncul, dan bayangan aku ..wah pasti nih ibu kepencet lagi ....., pas tak angkat, ternyata dia langsung tutup, miscall doang. pas tak liat jam ternyata jam menunjukan jam 3 dini hari.
aku balas sms ke dia isinya "Thank you..." dengan asumsi dia miscall untuk ngebangunin aku shalat malam.
Currently listening to: Sobat - Joy
July 22nd, 2005
Banyak Misscall
Posted by nura1200 at 08:09 PM on July 22, 2005.
Well actualy cuman dua orang sih, yang satu miscall iseng-iseng doang gak jelas deh, yang satu misccal mbangunin shalat malam walapun cuman sekali dua kali, tapi miscall shalat malam jauh lebih baik lah, dibandingin dari miscall-miscall teman aku yang satu lagi, yang alasannya lagi BT, lagi bosen, lagi iseng and stuff.
Trus aku pikir, aku misscallin teman aku juga deh, dengan harapan teman aku itu akhirnya bangun shalat malam dan dia juga mau miscallin teman-temannya yang lain.
Jam 1/2 4 miscallin teman-teman aku, tapi sayangnya yang ngangkat jarang, dari dua kali aku melakukan aksi miscall malam, cuman dua orang yang ngangkat, sisanya ya berdering doang, gak sampe mbangunin yang punya.
Yang berhasil bangun sih kelihatannya mereka ngerti kalau miscall itu miscall shalat malam, tapi yang gak bangun, esok paginya pada ngirim SMS, ada beberapa yang menarik.
Bh*d*k : Ada apa ndri tadi pagi misscall?
Andri : oo enggak kok, iseng doang, siapa tau kamu bisa bangun di 1/3 malam terakhir.
Bh*d*k : oo..kalau gitu syukron ya akh.
------
G*l*h : Wooi ada apa telp pagi-pagi, ada yang penting?
Andri : Ada luh, semalam di tv ada list tersangka pengebom inggris, dan nama kamu masuk di list itu..he..he..he.., gak kok cuman mbangunin kamu di 1/3 malam pertama.
G*l*h : yee...janjian dulu dong kalau mau mbangunin shalat malam
andri <dalam hati>: Janjian?, tujuannya kan biar bisa mbangunin tiba-tiba, dan lagipula ngapain shalat malam pake janjian segala, kayak mau kencan pacaran aja.
-------------
Ed* : woii...gondreiii....ada apa telp jam 3?..
Andri : oo..enggak ada apa-apa di, cuman mbangunin kamu shalat malam aja
ED*: Ha..ha..ha..ha. gondrei..gondreii..shalat subuh aja aku susah bangun apa lagi shalat malam ha..ha...ha.. thnx
Currently listening to: BSB
July 26th, 2005
Dipalak preman....
Posted by nura1200 at 09:12 PM on July 26, 2005.
Suatu malam, di sebuah warung nasi goreng pinggir jalan, disaat saya sedang makan. Tiba-tiba ada seorang pria berumur 30an keatas, dengan tampang lusuh, kulit hitam, datang menghampiri, sambil berkata "Halo bang, salamat malam"
Aku balas dengan senyum sambil menjawab "malam", waktu itu senyum aku kurang lebih kayak gini nih..mmmmm
..., kebayang nggak? ahh..udah lupakan
Kemudian pria itu berkata ke penjual nasgor, "bang, minta air putih ya, dan oya sama nasi goreng nggak pakai telur satu, yang bayar abang ini(sambil nunjuk ke aku)"
Sontak aku kaget dengan pernyataan dia itu, aku lantas jawab dengan singkat "nggak mau pak"
pria itu menjawab pula,"gak papa, kok, tenang aja gue bukan preman"
mendengar jawaban kayak gitu akhirnya aku diem aja, dan mikir "ya udah deh, bayarain aja" karena aku berada di tempat sepi, dan khwatir kalau dia adalah preman sekitar dan punya teman disekitar warung.
Si tukang palak itu mulai sok ngobrol "saya orang barung/bungur bang", gak tau deh gak jelas nama tempat yang dia sebut.
Disaat dia mulai ngajak ngobrol itu, entah kenapa aku pingin main mata ke orang itu,
aku lihatin dia dengan sorot mataku yang paling tajam dan malesin, kurang lebih kayak gini nih sorot matanya heehhh @-). kebayang nggak..? ah sudah lupakanlah.
Teryata langkah yang aku ambil benar, setiap dia ngajak ngobrol aku, selalu aku balas dengan sorot mata tajam kayak gi.., ya pokoknya dengan sorot mata yang gak ramah deh. Setelah dia menyadari kalau aku sedang menantang melalui pandangan mata, tiba-tiba dia gak berani melawan mata aku, setiap aku memalingkan muka ke makanan aku, dia selalu ngomel sendiri dan salah satu omelan dia adalah "lo jual gue beli". Mendengar jawaban itu aku langsung nanya ke dia "Ada apa...?", tetap degan sorot mata yang tidak ramah, trus dia bilang "gak..gak papa..." sekali lagi dia nggak berani menatap mata aku, menunjukan kalau dia ternyata bukan tipe preman yang bernyali gila, dia hanya preman ayh dpaat dikatakan maag "cemen".
Akhirnya dia hanya bisa ngomel dan pergi, gak jadi malak aku.
Oya ada satu lagi fakta yang harus aku sampaikan juga, waktu pria itu berada dalam tempat nasi goreng, tangan aku ini krasa sdikit gemetar, apalagi waktu aku sok-sokan songong.
Setelah itu semua berakhir, aku jadi mikir "kira-kira yang sudah aku lakukan, benar nggak ya...?"
Tora dan Devi
Posted by nura1200 at 11:57 PM on July 26, 2005.
Pernah baca tulisan tentang tora dan devi di salah satu blog anak fasilkom?. Kalau belum aku jelasin dengan singkat deh.
Beberapa bulan yang lalu, said mengumumkan bahwa dirinya telah bertunangan. Dan entah apa yang terjadi, setelah pertunangan itu, said jadi pingin menjodohkan sodara-sodara tunangan dia dengan temannya. Nah tora adalah salah satu jomblo yang said kenalkan ke sodara tunangannya yang bernama Devi.
Di tulisan anak fasilkom itu dijelaskan kalau tora mengalami kegalauan hati dengan perkenalannya dengan devi, dia bingung harus bagaimana menentukan sikap dengan gadis manis atraktif setinggi 178 cm dan model ajinotonegoro.
Aku sendiri nggak tau perkembangannyanya, tapi aku setelah aku lihat dari beberapa email yang dikirim tora di milis, tampak kalau tora saat ini sedang 'jalan' dengan devi.
Dan ternyata bukan hanya Tora yang berusaha dikenalin/dijodohin said ke saudaranya. Bekti, teman tora ternyata mengalami hal yang sama, semalam si said menanyakan kembali ke Bekti, "Bekti kamu mau nggak aku kenalin ke sodara aku, namanya dini, siapa tau kamu cocok ama dini, kayak tora ama devi..?". Yup benar said menanyakan kembali, karena dulu, malam sebelum said berangkat ke LN, said pernah menanyakan hal tersebut ke Bekti. Mungkin karena said merasa berhasil dengan apa yang dia lakukan terhadap Tora dan Devi, maka said berani menanyakan lagi ke Bekti.
Sebelum aku ceritakan apa jawaban Bekti atas pertanyaan Said semalam, sebaiknya kita flashback kembali ke kejadian dua bulan yang lalu, dimana terjadi tawaran pertama Said ke Bekti untuk dikenalkan ke sodara tunangannya.
Waktu itu malam minggu, said telp ke Bekti,"Bek sory gw gak bisa dateng ke tempat lo untuk ikutan ngumpul ama anak2 yang lain, gw ada acara ama keluarga tunagan gw" kata said, "oo its ok id, sukses ya dengan tunanganmu he..he..eh" sahut bekti. <mmmm..gak enak deh kalau dibikin plain text gini, aku bikin jadi model dialoga aja kali ya>
Said :"Btw Bekti, kamu anak fasilkom kan...?"
Bekti :"mmmm....iya"
bekti merasa aneh dengan pertanyaan ini, karena kenyataannya said dan bekti adalah teman satu angkatan di Fakultas Sastra Java dan .NET
Said :"trus gimana kerjaan kamu bek..?"
Bekti :"mmmm....alhamdulillah baik-baik aja, walaupun selalu dibayangi
pingin balik kerja di kampus"
Said :"oo gitu, tapi semuanya lancar kan insyaallah..?"
Said :"Kamu orang yang alim kan bekti...?"
Bekti :"What..?..kenapa kamu bertanya seperti itu id?"
bekti merasa bingung menjawab pertanyaan si said, pinginnya dia menjawab
kalau sebenarnya dia itu orang yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan ,walaupun dia aku saat ini dia nggak nakal-nakal banget.(he..he..he. bekti-bekti ada ada aja kamu)
Said :"enggak bek, kan kamu tahu kalau sekarang sudah bertuangan
denan dee. Nah orang tua dee itu merasa cocok dengan aku,
ya menurut mereka itu aku kan baik, trus lulusan Sastra Java &
.NET, trus kan juga alim tapi tetep bergaya moderen, itu kata
mereka lho. Nah kami kepikiran untuk mengenalkan sodara-sodara
dee yang cewe dengan teman-teman aku dari sastra Java & .NET.
Alasannya ya tadi itu, mereka merasa pada umumnya teman2 aku itu
Alim, baik, pintar, prosepek masa depannya bagus dan moderen"
Bekti :"ha..ha.ha... kamu ada-ada aja, said..said.."
Said :"Nah aku kepikiran ngenalin kamu ke sodara tunangan aku, namanya
namanya Dini"
Bekti :"jangan-jangan ini yang kamu kenalin ke si Tora lagi?"
Said :"bukan, beda lagi..jadi gimana mau nggak bek...?"
Bekti :"aduh id, aku saat ini nggak berani untuk bekenalan dengan cewe,
apalgi untuk urusan seprti itu aku merasa belum siap, aku
kepirkiran menikah itu tiga atau empat tahun lagi "
Said :"ya makanya bek, aku kenalin dari sekarang?"
Bekti :"nah ntu dia men, aku khwatrinya disitu, awalnya sih kenalan, trus
kalau aku akhirnya kepikiran untuk melakukan lebih gimana dong?
padahal kan aku berencana menikah masih lama...?"
Said :"aku tahu prinsip2 dan nilai niali yang kamu pegangn sih bek,
makanya aku merasa kamu cocok ama dini"
Bekti :"waduh, kelihataanya agak susah tuh id, aku nggak berani ambil
resiko ini"
Said :"ya udah kalau gitu, kamu pikirin aja, btw doakan aku ya bek, besok
aku mau brangkat ngelanjutin S2 ke Rwanda"
Bekti :"Ok deh id....sukses slalau..."
itu tadi petikan dialog via telpon yang terjadi bebrapa bulan lalu.
dan semalam Said menanyakan kembali pertanyaan yang sama ke si bekti, perihal mau tidaknya diperkenalkan ke Dini.
dan si Bekti pun menjawab:
"ha..ha..ha... said-said, kan kamu udah tau sendiri jawabannya, kelihatannya jawaban aku masih seperti dulu deh, dan lagipula
,nggak tau kenapa saat ini aku itu punya pikiran untuk menambahkan satu kriteria untuk pasangan hidup aku kelak yaitu:dia harus teman SD/SMP/SMU aku. ini masih sebatas pikiran aja sih, toh aku menikah masih lama. Kenapa nggak kamu coba kenalin dini ke si aming sih...?..tapi ngomong-ngomong friendster dia ada nggak..he..he..he..he..."
Currently listening to: Musim Semi Di Hatiku ...cieee..
Currently reading: Terjemahan Al-Q
July 29th, 2005
RIP Mama Melia
Posted by nura1200 at 05:59 PM on July 29, 2005.
Hari ini dapat beberapa SMS dengan isi yang hampir sama, beberapa diantaranya bahkan sama persis:
"Telah meninggal dunia, ibunda dari melia00, jnazah akan dibawa ke rumah duka Jl belawan no 497 Blok M Mega Cinere"
Smoga yang ditinggalkan dapat tabah menerima musibah ini. Pas kerumah melia dia berusaha nggak menunjukan kesedihan yang berlebih ke teman-temannya, tapi aura kesedihan terasa jelas dari raut wajahnya (bingung kan, kontradiktif).