ngomong-ngomong soal.....

Entries for August, 2005

August 8th, 2005

Father, the First Other

Posted by nura1200 at 06:45 PM on August 8, 2005.

Semalam Ayahku telpon dan menanyakan beberapa pertanyaan, berikut adalah sebagian diantaranya "Kenapa sih kamu gak masuk lagi ke tempat lama kamu ?" tanya ibuku "karena begini, begini, begini.." kujawab pertanyaan dari Ayahku. Kujawab pertanyaan ayahku itu dengan sedikit diplomatis dengan alasan-alasan ideologis. "tapi emang pilihanmu di kampus itu udah jelas ?" "belum jelas-jelas banget sih pa..." "tuh kan, mending kembali ke dunia profesional/praktisi nak ?" Ayah aku memang selalu nyaranin aku masuk dunia profesional, supaya bisa jadi manager gitu, dan impian ayah aku adalah aku diangkat menjadi manager dan ditempatkan di surabaya. "Yah tapi aku mau mencoba dulu pa ?" Lalu Ayah aku kelihatannya sudah pasrah, dan mempercayakan sepenuhnya keputusan ke aku, walaupun masih berharap baget aku kembali lagi ke tempat lama "Ibu, aku itu walaupun dibayar segini tapi bla-bla-bla..." aku berusaha menjelaskan sediplomatis mungkin agar ayah aku mengerti.

"Tapi kamu harus memikirkan matang2 masa depanmu, kamu yang paling tau tentang jakarta, pekerjaan dan kebahagiaanmu, papa di surabaya cuman bisa mendoakan"

Mendengar kalimat lembut diatas, aku bener2..gak tau deh, susah dideskripsikan dalam bahasa pria dan setelah beberapa saat aku diam, dengat terpatah-patah aku bilang ke ayahku "Pa, sebenarnya aku juga bingung sih pa, yang paling membuat aku gak enak itu karena gara-gara keputsan aku, aku jadi nggak bisa ngirimin papa mama lagi.." Di akhir kalimat kata-kata aku makin terpatah-patah dan detak jantung serta alur nafas aku sudah mulai tidak beraturan, karena satu hal 'SEDIH' "Dek...., sudah gak usah dipikirkan, gak usah kamu jadikan mama papa sebagai beban, papa masih banyak kerjaan kok, papa malah matur nuwun selama ini udah dikirimin, sekarang gak usah dijadikan beban lagi, dek andri sehat aja papa mama sudah seneng banget" Jawaban papa diatas, nggak bisa membuat aku menghilangkan rasa SEDIH malam itu, karena Faktanya, papa sudah tua sekarang, dan seiring betambahnya usia, perkerjaan papa saat ini pun akan semakin terbatas. Tapi Ayahku masih saja bilang "Pekerjaan papa masih banyak" aku sadar kenapa ayah aku sedikit tidak setuju dengan pilhanku saat ini... Ayahku hanya ingin, anaknya mengalami hal yang lebih baik dari sisi materi maupun ruhani. Itu saja,for all of you guys, Ayah-ayah kita benar2 mengorbankan segalanya untuk kebahagian kita ayah kita sudah menanggung banyak derita, untuk kebahagiaan kita. Menanggapi pertanyaan pertanyaan ayah aku selanjutnya, aku hanya menjawab dengan kata seadanya "ya","nggak","he eh", karena khwatir ayah aku tahu kalau aku sedang sedih saat itu. "Kata mama, celana dek andri bolong ya?, udah lain kali beli yang baru" "Kok sms Papa kemarin nggak dibalas" "mbok yo telpon mama paling nggak dua minggu sekali" semua aku jawab dengan kata-kata singkat, sampai pembicaraan berakhir. Selanjutnya aku di kamar, hanya bisa berdoa semoga selalu diberikan yang terbaik dan kembali membahas rencana kedepan, daripada meratapi terus kesedihan... Terima kasih buat Ayah Ibu, maaf belum bisa ngebales dan malah sering ngebantah dan bikin sebel. ~ nyolong beberapa kalimat dari blog si Gundul

1 comments

Dalam DOA

Posted by nura1200 at 06:54 PM on August 8, 2005.

Tiga doa yang antara allah dengan doa tersebut tidak ada hijabnya, dan pasti diterima:

- Doa orang yang terdzalimi.
- DOa musyafir.
- DOa ortu kepada anaknya.

semalam setelah telpon papa aku, aku bener2 doa dalem banget. Dan aku yakin
semalam ayah ibu aku juga berdoa buat kelancaran urusan aku, yang akhir2 ini menunjukan
ketidak jelasan.

Ternyata benar, hari ini, malam setelah doa - doa itu....
urusan aku bener-bener dipermudah.

Benar2 kekuatan DOA yang subhanallah banget...

============================
ngomong2 tentang doa, ada hadist, yang kurang lebih bilang
"carilah rejeki yang halal, dahulu terdapat kisah dimana ada seorang musafir berbaju lusuh
dan berambut kusut, begiti khusyunya berdoa 'wahai tuhan, wahai tuhan', tapi gimana mungkin allah menerima amal dia
kalau dia sendiri makan dan bekerja dengan makanan dan cara yang haram."
Intinya adalah, walaupun ada doa-doa yang pasti diterima allah, tapi tetep aja
kalau makan dan bekerja dengna cara yang tidak halal, ya gak ngaruh.


Add a Comment

August 10th, 2005

Filem "Beach"nya mas Rio

Posted by nura1200 at 05:14 PM on August 10, 2005.

Udah pada nonton film "beach" yang dimainin oleh Leonardo De CapRIO. Ada sepenggal kalimat, yang aku takutin sering terjadi ke aku:

"Semakin lama kau jauh dari sesuatu hal, semakin kau mudah untuk tidak merindukannya"

 

Add a Comment

Biro Jodoh Berlanjut...

Posted by nura1200 at 05:20 PM on August 10, 2005.

Apapun yang terjadi perjuangan untuk menjodohkan tidak boleh surut. Merdek..Merdeka......, begitulah kira-kira semangat si Said. Kemarin dia di YM nanya:

"eh.... si Ucup masih singgle kan...?"

2 comments

August 16th, 2005

Kunci itu aku yang pegang

Posted by nura1200 at 02:05 PM on August 16, 2005.

Ada kejadian menarik nih,
kemarin akhir pekan, seperti biasa anak2 DOA+ ngumpul2 di kos aku untuk setelah sebelumnya ngaji di MUI
.Pas malam waktu makan malam, kami semua jalan ke jalan raya,
kemudian di perjalanaan badik ngasih kunci kamar ke aku,
setelah hampri sampai tmpat makan malam, aku sadar kalau ternyata kantong aku berlubang
dan kunci aku sudah nggak ada di kantong.

Kunci satu2nya hilang....., kalau nggak ketemu maka nggak bisa masuk kamar.
Hmm...seharusnya orang akan merasa panik dengan kondisi seperti itu,
tapi kami nggak panik, karena kami punya beberapa knowledge base
yang membuat kunci yang hilang kemungkinan dapat ditemukan dengan mudah.

Berikut adalah beberapa Fakta malam itu yang dapat menghantar menemukan kunci yang hilang.
1.pembawa kunci adalah aku
2.Kunci hilang di titk A dan, sadar kunci hilang di titik B

Dari dua fakta diatas kita memeiliki arahan:
1.    cari kunci pada jalur yang dilewati andri dari titik A ke titik B

Pencarian dimulai, untuk mengurangi kemungkinan miss dalam mencari kunci,
kami memutuskan untuk berjalan memanjang kebelakang,
tidak berjajar di samping seperti normalnya orang berjalan bersama.

He...he..he.. pemandangan yang cukup menarik, ketika 8 orang berjalan dalam satu garis
dan menunduk ke tanah. Mirip banget kayak iring iringan kriminal.
Aku juga sempet melihat orang yang menatap kami dengan padnangan yang penuh tanya (i think).

Ketika memulai pencarian, aku sempat gusar, karena knowledge base yang kami miliki
tidak sepenuhnya bisa diandalkan, ok lah aku tahu di sisi jalan mana kemungkinan terbesar kunci jatuh,
aku juga tahu dari titik mana sampai titik mana kami harus mencari,
tapi ternyata informasi bukan satu2 nya faktor untuk menemukan kunci,
ada faktor lain yang kami lupakan yaitu ”Cahaya” (by Krisda ).
Daerah yang menjadi medan pencarian kami relatif gelap.

Akhirnya yang bisa aku lakuka hanyalah tetap berusaha , berdoa kepada allah.
Selain berharap ketemu, aku juga berharap andaikata ngak ketemu,
mbak lia (ibu kos) punya kunci backup nya, walau kemungkinaanya kecil.
Heyy...bahkan shikamaru pun berharap pada adanya bantuan tak terduga ketika
semua plan matangnya mengalami kegagalan.

Kami terus mencari dengan Edi sebagai orang pada baris terdepan.
Beberapa saat berjalan menyusuri medan pencarian,
tiba2 edi berteriak ringan, ”wooii..aku dah nemuin kuncinya nih...”
sambil mengangkat tangannya.

Ahh..leganya, ternyata allah masih memudahkan masalah kami.
Ternyata kunci jatuh di tempat yang terang di bawah lampu pinggir jalan,
padahal lampu jalan di sepanajng jalan itu nggak banyak lho.
Ha...ha....ha..alhamdulillah, kata itu yang pertama terucap mendengar teriakan edi,
karena seneng aku pun bercanda dan berteriak ”Wah..aku juga nemuin nih”,
sebagian tertawa, dan kemudian galuh di belakang aku juga berteriak ”he..he.. aku juga nemuin kuncinya nih”.
Ha..ha..ha.... semuanya tertawa mendengar guyonan itu.
Tahu letak lucunya kan...?

Add a Comment

August 22nd, 2005

Rak Buku Road Show

Posted by nura1200 at 10:54 AM on August 22, 2005.

Kemarin ada anak yang mau pindahan ke kos aku, dan dia nyicil setiap akhir pekan membawa barang2 nya dari kos lamanya di daerah Halte UI, menuju kos aku di daerah belakan PKM (3-5 KM distance).

Yang menarik, nih anak membawa rak buku itu bertiga ama dua orang temannya tanpa menggunakan kendaraan apapun, rak buku itu dibawa on foot, weleh-weleh PD amat. jalan kaki di UI pada hari minggu yang ramai dengan orang rekreasi dan maba latihan nyanyi.Kalau lihat mereka jadi inger ama karakter anak2 muda di surabaya: "cuek, bodo amat, level kesopanan becandanya rendah, dan agak2 liar gitu deh...."

Aku penasaran nih, big stuff di tempat dia masih ada 3 item lagi: 1 buah rak buku dan 2 buah kasur busa beserta bantal gulingnya. Gimana dia ngepindahinnya ya..? apakah masih pake kaki..?

Foto2nya liat aja di http://manipulate.multiply.com tapi minggu depan....

minggu depan ada beberapa foto yang bagus yang pingin aku upload

4 comments

August 24th, 2005

Cerpennya Bambang...

Posted by nura1200 at 02:23 PM on August 24, 2005.

Kelihatannya cerpen ini lebih menarik deh buat aku, dibandingin novel ayat-ayat cinta dengan sosok fachri yang sempurna banget dan jauh dari kenyataan pribadi karakter aku he.he...he...


----Cerpen by bambang------
Pertama kalinya kenal (quote and quote) Akhwat dan akhirnya...

Gue Bambang, gue adalah seorang anak yang gak ganteng walaupun kadang ngerasa ganteng dikit, ketika smu menjadi seorang ynag bisa Gaul di kelas. Kelihatannya sih Mendapatkan label anak agak pintar di kelas. Tak pernah lolos dari razia rambut gondrong pas kelas 1 dan 2 tapi 99% lolos dari hukuman masuk telat.
Disebut bandel bisa aja sih, tapi menurut gue gak juga sih, paling cuman ngunci pintu kelas pas guru
mau masuk, berdiri sambil joget2 gak jelas pas guru nulis menghadap ke papan tulis.

Dari sisi penampilan juga menurut gue gak bandel kok, kancing baju yang paling atas gue kancingin (tuh kan penampilannya baik kan), baju dimasukin, tapi bagian depannya doang, bagian belakang tetep dikeluarin dong anak muda gitu lho. Untuk celana, jahitan bagian kanan bawah gue sobek
sampai se mata kaki (trend waktu itu), dan di bagian saku belakang gue ada hansaplast menempel
(untuk nutupin bolong gara2 nylading pas main bola). Tapi walaupun gue kayak gitu, guru2 gue
lumayan appreciate ke gue, nilai2 mata pelajaran gue gak jelek2 amat, malah relatif bagus.
Dan entah kenapa gue dalam masalah pelajaran gue orangnya cuek, gue sering maju kedepan untuk
nawarin diri walaupun gue gak bisa, gue kalau gak ngerti nanya, dan gue juga agak2 show offy gitu deh. Dari hal itu gue dikategorikan teman2 gue sebagai anak pintar, padahal menurut gue, gue itu bego dan lemot.


Ya pokoknya gue gitu deh, waktu itu itunganya udah bandel,
yang ada dalam hati gue itu senang-senang, bermain
dan berteman. Sebandel2nya gue, gue tetep punya etika dan norma kok, buktinya gue gak pernah molimo walau nonton film porno, biliard dan kebut2an jadi bagian tak terhindarkan dari pergaulan gue, eh..tapi dulu pernah nyolong juga sih ama temen, ambil kue dan gak bayar di warung pas masih SD.

Seperti sebagaimana anak smu kebanyakan , ketika smu begitu berharap gue mendapatkan pacar seseorang cantik yang dapat gue banggakan ketika menggandengnya. Banyak hal yang kulakukan untuk itu semua(nggak juga sih), tentu saja dengan menjaga agar selalu tampak ganteng keren dan berwibawa(ha..ha..ha.. mimpi....).
Perjalanan sampai pada tahun 2000, ternyata hasil pekerjaan gue semua tidak seperti harapan gue , teman2 perempuan yang tertarik pada gue, semuanya tidak seperti harapan gue. Yah dan akhirnya gue memulai tahun 2000 dengan track record sekali ditolak dan beberpa kali menolak, tidak pernah berpacaran, mm...pacaran ding...sehari doang...(gue dipinjem dina untuk jadi pacarnya guna menghindari cowok yang lagi ngejar2 dia).

Tahun 2000 baru dimulai, aktifitas sekolah seperti biasa. Di suatu hari teman gue ada yang ulang tahun, vita namanya, gue sebagai penjelmaan anak yang suka gaul di kelas, tanpa malu-malu langsung menghampiri  untuk memberikan selamat ulang tahun kepadanya.Tapi…ternyata yang terjadi saat itu benar-benar membolak-balik dan mengacaukan pikiran gue,…..gadis itu menolak jabatan tangan gue sambil mengatakan “maaf aku bukan muhrim kamu”.

Dia menolak jabatan tangan gue. Entah kenapa yang terasa saat itu hanya keheningan, walaupun suasana kelas ramai seperti biasa. Karena sibuk berpikir jadinya mata gue terasa sulit untuk berpindah dari wajahnya yang tersenyum.

Gue pergi meninggalkan vita. Dengan semua pikiran yang aneh, jengkel dan penasaran karena ada sosok perempuan seperti vita yang menolak jabat tangan dengan yang bukan muhrim.

Suatu hari saat istirahat gue menghampiri vita dengan segudang penasaran.
Gue duduk dikursi dia, gue langusng bertanya lagi ke vita prihal kejadian sebelumnya, seingat gue sih sumiarti dan anna ulfa juga ada disana. Kalau gue pikir2 ini pertama kalinya gue ngobrol panjang dan serius ama vita, walau sebenarnya vita itu tetangga gue, temen SMP gue dan juga temen SMU gue.

Dia menjelaskan secara syariat bahwa bersentuhan dengan yang bukan muhrim tidak dibenarkan. Gue tahu hal itu, tapi gue baru tahu bahwa ada yang mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Guru agama gue di SD, SMP dan SMU kelihatannya nggak menerapkan prinsip itu, padahal guru agama.Pembicaraan kami akhirnya meluas kesana-kemari. Saya menanyakan ke dia kenapa dia memakai jilbab, dan juga seputar pacaran dan pernikahan.

Gue berrtanya ke dia tentang pacaran, dan dia menjawab bahwa pacaran bukan jalan dia. Lantas gue bertanya kembali ke dia, “kalau kamu tidak pacaran, bagaimana kamu menikah kelak”
Lantas dengan senyum dia menjawab “ kalau aku percaya jodoh ditangan allah, dan aku juga yakin kalau aku baik insyaAllah allah akan memberikanku suami yang baik pula”

Woow.....kagum gue mendengarnya.
Selama ini semau artikel tentang bagaimana islam memandang pacaran selalu gue lihat sekilas saja tanpa gue perhatikan sama sekali, selama ini banyak ceramah yang gue biarkan melewati telinga gue, selama ini banyak usaha gue laukan untuk mencari pacar sesuai kriteria gue.
Tapi……
Apa yang ia sampaikan, apa yang ia ceritakan, walaupun bukan hal baru tapi  begitu terasa sampi ke hati…
Setelah itu ada pikiran2 di kepala gue yang berkata seperti ini :
” Mudah-mudahan kelak gue memiliki istri seperti vita”.

Perkataan vita tentang pria baik akan mendapat kan wanita yang baik (vice versa), bener-bener membuat gue khawatir. Gue ngebayangin diri gue kayak gini, selama ini gue merasa fine2 aja dengan tingkah laku gue, jadi khwatir deh. Tapi untungnya (untung gak ya?), pikiran itu berlalu seiring waktu yang udah mendekati UMPTN.

UMPTN waktu itu menjadi pikiran utama gue, waktu itu gue lebih takut gak keterima UMPTN
ketimbang masuk neraka. Pandangan anak2 yang menganggap gue pinter juga menjadi suatu gengsi yang harus
gue pertaruhkan. Dengan beban ini gue jadi sedikti religius nih, gue ikut dzikir yang diadain Rohis gue,
gue jadi minta diajarin teman gue buat baca alquran, dan gue juga shalat dhuha and also puasa senin kamis. Smuanya biar Allah gak murka, kalau sampe allah murka dan adzabnya tidak memudahkan gue masuk UMPTN kan bisa berabe gue.

Alhamdulillah, ternyata UMPTN Gue lolos, gue keterima di Elektro ITB, lega banget rasanya,
gue gak bisa bayangin kalau misalnya gue gak keterima, jadi gila kali ya...?.
Pas gue keterima di ITB, gue sadar kalau ternyata disana banyak sekali gue temui "vita-vita" yang lain,
Disini gue diperkenalkan dengan kata2 yang jarang bahkan belum pernah gue denger,"Ikhwan", "Akhwat",
"Ana","Antum", "afwan", "syukron" and stuff.

Di kampus ini, gue jadi teringat lagi dengan kata-kata vita "pria baik untuk wanita baik". Dan tiba2 gue merasa perlu untuk menjadi "baik". Akhirnya haluan gue rubah, aktifitas gue, gue arahin ke arah Rohis.
Setahun, dua tahun, tiga tahun berlalu gue lalui degan aktifitas rohis. Frame hidup gue sedikit banyak sudah diwarnai dengan nilai nilai islami.
Dan yang gak pernah gue bayangin sebelumnya, ternyata di kampus ini, gue dikategorikan sebagai anak "Rohis". Gue gak pernah nyaman dengan ini semua, karena gue gak pingin ada pengkotakan status "Rohis". Gue pingin kalau rohis itu mencakup semua orang.
Gue pingin anak2 kantin atau anak2 kayak gue ini juga bisa dekat ke rohis.
Kenapa gue pingin kayak gitu?, karena gue akan lebih semangat lagi dalam memperbaiki diri, kalau
banyak teman2 lain yang karakternya kayak gue mau juga untuk memperbaiki diri.
Gue biasa aja kalau ngeliat sosok anak yang alim, aktif di rohis, tapi gue bahagia banget kalau ada
anak dengan karakter kayak gue mau aktif di rohis.

Amanah-amanah dan aktifitas2 rohis gue jalanin selama ini. Di luar gue memang tampak kayak aktifis rohis
, tapi yang tidak diketahui teman2 gue adalah bahwa gue ternyata masih meyimpan benih2 sifat2 gue pas SMU. Gue udah berusaha menghilangkan sifat2 jelek gue sewaktu SMU, tapi rasanya susah banget apalagi
ketika gue sendirian. Mau shalat tepat waktu, mau ngaji itu semua gampang kalau gue lagi ama teman2 yang lain, tapi kalau gue sendirian, bah sisi jelek diri gue muncul.

Empat tahun sudah berlalu,gue akhirnya lulus dan bekerja, gue sekarang menginjak ke fase berikutnya dalam kehiduapan gue. Disini Kehidupan gue terasa semakin menurun kualitasnya, gak ada lagi teman2 rohis
yang bisa menjadi penjaga dalam aktifitas gue, gak ada lagi teman2 kos yang bisa diajak diskusi dan menasehati. Sekarang gue bener2 sendiri di dunia yang heterogen. Untungnya gue masih punya kelompok mentoring yang masih jalan sampai sekarang. Yang senantiasa mengupgrade semangat gue tiap pekannya.
Di mentoring gue juga dapat konsep tarbiyah dzatiyah (belajar mandiri), tapi entah kenapa gue merasa
berat dan gak mungkin untuk mengimplementasikan konsep tarbiyah dzatiyah. Selam ini yang gue andelin hanya, kelompok mentoring gue dan doa-doa gue, sedangkan usaha2 yang gue lakukan adalkanya berhasil
untuk mendongkrak kualitas ibadah dan keimanan gue, tapi lebih sering usaha2 tersebut gagal dan
dikalahkan oleh sifat2 SMU gue.

Sudah dua tahun berlalu sebagai sarjana Teknik, kini kembali muncul fase lain, fase dimana merasa
masa muda telah hilang, fase dimana merasa bingung, ketika teman2 seangkatan gue pada bernikahan.
Di kelompok mentoring gue, tinggal gue doang yang belum menikah. Sempat guru ngaji gue bilang,
"mbang kamu kan sudah bekerja, dan saya pikir usia kamu juga sudah bukan muda lagi kan, 25 tahun lho.
 Kamu nggak ada rencana menikah, kalau kamu siap saya bisa membantu mencarikan calon untuk kamu.
 Nggak bagus juga lho kamu berlama lama".

Pernyataan dari guru ngaji gue, membuat gue jadi merasa tambah tua deh. Dan pemikiran menikah jadi
terus muncul di benak Gue. Tapi gue gak tega aja menikah, gue gak tega ama calon istri gue nanti.
Gue takutnya calon istri gue hanya melihat gue yang bagus2 aja misalnya sebagai mantan aktifis rohis.
Gue gak tega kalau calon istri gue akhirnya mengetahui sifat gue sebenarnya. Gue merasa belum cukup baik untuk menikah tapi disisi lain gue merasa menikah menjadi alternatif solusi untuk menjadi baik.

FYI, konsep menikah tanpa "pacaran" merupakan konsep yang gue percaya terbaik. Tapi dengan konsep ini,
calon istri gue belum tentu orang yang udah pernah kenal dan tau tentang diri gue.
Gue tahu, guru ngaji gue bisa membantu gue untuk mencarikan calon istri, dan gue yakin calon tersebut
adalah seorang wanita yang baik. Dan disinilah masalahnya, gue gak tega, gue khwatir calon
istri gue kecewa kalau tahu karakter diri gue sebenarnya.

Guru ngaji gue, faham dengan apa yang selama ini gue risaukan, dan dia pun dengan bijak berkata
"ya sudah nggak papa, kamu persiapkan diri kamu aja dari sekarang dengan lebih baik,
 tapi saran saya sih, jangan berlama lama"

Setahun berlalu setelah dengan percakapan dengan guru ngaji gue. Dan akhirnya, gue bilang
ke guru ngaji gue
"bang, kelihatannya dalam waktu dekat saya meniatkan diri untuk menikah". "Alhamdulillah, udah ada calonnya mbang?" tanya guru ngaji gue.
Lantas gue jawab "Sudah bang, namanya vita, temen SMU saya, saya minta bantuannya bang untuk menyampaikan ke guru ngaji vita"

The End

----Extra
-Percakapan telpon antara vita dan bambang, dimana bambang menyampaikan niatnnya untuk meminang vita secra langsung. (Penulis nggak kebayang, apa yang bakal dikatakan bambang, dan bagaimana vita menjawabnya)
-Testemoni Friendster dari vita untuk bambang dan sebaliknya. (Penulis bingung menentukan, enaknya mereka dibuat saling ngisi testemoni gak ya..?)


----Next Agenda
-Bagaimana kisah selanjutnya setelah mereka menikah (Penulis bingung,sama sekali nggak bisa ngebayangin sejauh itu)


 

6 comments

Akibat Sendirian di kos

Posted by nura1200 at 02:36 PM on August 24, 2005.

Yah udah pada tahu kan, basecamp II udah bubar, semenjak anaknya ibu kos masuk ke rumah Basecamp II. Semuanya pada pergi dan yang tersisa cuman aku. Ada enak dan ada nggak enaknya sih tinggal di kos sendirian, tapi banyakan nggak enaknya.

Kalau dulu pas kos rame2 kan defultnya aku slalu pake celana panjang, training atau sarung, jarang pake celana pendek. Tapi semenjak tinggal sendirian, kadang kalau malam gerah pake celana pendek doang, kan gak ada orang lain ini. Pernah suatu malam, seperti biasa habis melakukan aktifitas di depan komputer, aku ngeliat ke jam. Jam menunjukan pukul 01:00 dini hari, trus aku pikir, mending shalat malam sekarang aja, daripada nggak sama sekali, dan nggak mungkin juga aku bisa bangun jam 3 pagi (andri gitu lho). Ya terus, aku wudhu dan shalat. Pertama baca takbiratul ikhram, kemudian baca iftitah, fatihah dan surat pendek, dan selanjutnya aku rukuk. Setelah aku rukuk aku langusng bergegas membatalkan shalat aku dan langsung melakukan suatu hal kemudian aku shalat lagi.

Aku membatalkan shalat bukan karena buang angin atau semacamnya, tapi karena....., ya betul, karena ternyata aku nggak sadar masih pakai celana pendek, dan aku tahunya pas rukuk. Ya udah deh akhirnya aku ambil sarung dan shalat lagi. Tapi akbatnya, shalat malamnya jadi gak krasa, gara2 nahan2 pingin ketawa.

Add a Comment

August 29th, 2005

Photo Update...........

Posted by nura1200 at 02:40 PM on August 29, 2005.

17 an : http://manipulate.multiply.com/photos/album/5

Rak buku : http://manipulate.multiply.com/photos/album/6

Pasca amir&radit : http://manipulate.multiply.com/photos/album/4

Add a Comment

Online Casino